Peluang:
Ada 14 subsektor industri kreatif, yakni periklanan; arsitektur; pasar
barang seni; kerajinan; desain; fesyen; video, film dan fotografi;
permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan dan
percetakan; layanan komputer dan peranti lunak; televisi dan radio;
serta riset dan pengembangan. Pertumbuhan ekspor industri kreatif tahun
2006-2009 tercatat 2,9 persen.
Tantangan:
Pertama, soal kendala pembajakan karya. Rendahnya daya beli
masyarakat membuat pembajakan atas karya-karya kreatif kian marak.
Akibatnya, ide-ide kreatif sering kali pupus yang pada akhirnya
menyebabkan degradasi kreativitas.
Kedua, soal kendala
pembiayaan. Masih belum diakuinya aktivitas ekonomi kreatif oleh
perbankan membuat mereka tidak didukung bank. Minimnya modal memangkas
kreativitas karena mereka hanya bekerja berdasarkan pesanan saja, bukan
dari gagasan sendiri.
Ketiga, peningkatan kemampuan sumber daya
manusia. Pendidikan di bidang industri kreatif masih sangat kurang.
Padahal, kontribusi industri kreatif dalam perekonomian nasional terus
naik. Peningkatan itu tentunya membutuhkan tenaga-tenaga kreatif,
inovatif, dan andal. Tidak akan mungkin tenaga-tenaga kreatif ini
terbentuk tanpa adanya jenjang pendidikan di bidang industri kreatif.
Budaya Indonesia:
Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki
warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh
kebudayaan India, Arab, Cina, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri
yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatera seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Aceh.
Seni pantun, gurindam,
dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan
pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu
yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.
Sumber:
Erlangga Djumena |
Kamis, 3 November 2011 | 06:58 WIB
ENY PRIHTIYANI
http://bisniskeuangan.kompas.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia


0 komentar:
Poskan Komentar